TUGAS REKGEN review jurnal
Nama : Siti Apriliyanti Khodijah
Nanda Dwi
Martina
Prodi/Kelas : Biologi/B
Tugas
Review Jurnal
1.
Optimasi Isolasi DNA Cabai (Capsicum annuum L.)
Berdasar Perbedaan Kualitas dan Kuantitas Daun serta Teknik Penggerusan
Tahapan isolasi DNA :
Isolasi DNA tanaman cabai dilakukan menurut prosedur
kit isolasi Plant DNAMITE dari Microzone. Daun digerus dalam mortar dan
pelisisan dinding sel dilakukan dengan penambahan buffer LA. Degradasi RNA
dilakukan dengan penambahan RNAse, kemudian diinkubasi 10 menit pada suhu
ruang. Ekstraksi DNA dilakukan dengan buffer PA dan disentrifugasi 10.000 rpm
selama 5 menit. Supernatan yang mengandung DNA dimurnikan dengan buffer CA,
diinkubasi selama 10 menit pada suhu ruang, dan disentrifugasi 12.000 rpm
selama 10 menit. Supernatan dibuang, pelet yang masih berwarna hijau dilarutkan
dalam buffer TE dan disentrifugasi kembali 10.000 rpm selama 2 menit.
Supernatan diambil dan disimpan pada suhu -4oC. Hasil isolasi DNA
dilihat dengan elektroforesis gel agarosa 0,8%. Gel diwarna dengan pewarna Good
View. Sampel yang dituang ke sumuran adalah 5 µL DNA ditambah 1 µL loading dye.
Elektroforesis dijalankan pada tegangan 100 V selama 30 menit. Analisis data
dilakukan berdasarkan elektroforegram.
2.
Optimalisasi Teknik Ekstraksi dan Isolasi DNA
Tanaman Suren (Toona Sureni Merr.)untuk Analisis Keragaman Genetik
berdasarkanRandom Amplified PolymorphicDNA (RAPD)
Tahapan isolasi DNA
Metode 1, dilakukan berdasarkan metode dari Doyle
dan Doyle (1987) dalam Ardiana (2009) yang dimodifikasi. Sebanyak 200 mg sampel
tanpa tulang daun ditambah PVP 0,02 g digerus dengan nitrogen cair hingga halus
(tepung). Selanjutnya hasil gerusan dipindahkan ke dalam tabung eppendorf
ukuran 1,5 ml, lalu ditambah 0,5 ml buffer ekstraksi CTAB (1,4 M NaCl, 2% CTAB,
50 mM EDTA, 1 M Tris-HCl pH 8,0 dan 0,2% ß-mercaptoetanol). Proses lisis
dinding sel dilakukan dengan menginkubasi tabung berisi sampel daun ke
dalamwaterbath suhu 65oC selama 60 menit. Tabung diangkat dari
waterbath dan dibiarkan beberapa menit sampai suhu sampel dalam tabung menurun.
Selanjutnya ditambah khloroform : isoamilalkohol (CIA 24:1) 500 μl. Tabung
dikocok menggunakan vortex, kemudian disentrifugasi pada kecepatan 10.000 rpm
selama 10 menit. Supernatan dipindahkan ke dalam tabung bar lalu ditambahkan isopropanol
dingin sebanyak 1 volume, dibolak-balik perlahan hingga tampak benang DNA.
Sampel kemudian dibiarkan mengendap selama semalam dalam lemari pendingin pada
suhu 4oC. Setelah diendapkan semalam, sampel kemudian disentrifugasi
selama 15 menit pada kecepatan 10.000 rpm. Pellet DNA yang terbentuk di dasar
tabung kemudian dikering udarakan. Setelah itu ditambahkan 100 µl ddH2O dan
disimpan dalam lemari pendingin (-4oC).
Metode 2, Sebanyak 200 mg sampel daun muda digerus
hingga halus lalu ditambahkan 500 µl buffer CTAB (100 mM Tris HCl pH 8,0; 1,4 M
NaCl; 20 mM EDTA; 2% CTAB; 0,2% ß-mercaptoetanol), divortex selama 15 menit dan
diinkubasi dalam waterbath pada suhu 65oC selama 60 menit.
Selanjutnya ditambah kloroform 100 µl dan disentrifugasi pada 10.000 rpm selama
5 menit.Supernatan dipindahkan ke dalam tabung baru dan ditambahkan 800 µl
isopropanol dan diendapkan semalam pada suhu 4oC. Sentrifugasi pada
kecepatan 10.000 rpm selama 10 menit. Endapan DNA yang diperoleh, dikeringkan
pada suhu 37oC selama 15 menit. Purifikasi dilakukan dengan
menambahkan 500 µl buffer TE 1x (10 mM Tris-HCl pH 7,5; 1 mM EDTA) dan 100 µl
fenol, lalu dibolak-balik secara perlahan. Selanjutnya disentrifugasi selama 10
menit pada kecepatan 10.000 rpm. Supernatan dipindahkan ke dalam tabung
eppendorf baru dan ditambahkan 100µl kloroform lalu dibolak-balik.Selanjutnya
disentrifugasi pada kecepatan 10.000 rpm selama 10 menit. Supernatan diambil
lalu ditambahkan 100 µl natrium asetat 3 M dan 800 µl isopropanol, lalu
disentrifugasi selama 10 menit pada kecepatan 10.000 rpm. Endapan diambil dan
dikeringkan lalu ditambahkan 100 µl ddH2O dan disimpan dalam lemari pendingin
(-4oC).
3.
Perbandingan Jurnal 1 dan Jurnal 2
A.
Tahap lisis
Jurnal 1 menjelaskan
bahwa proses lisis dinding sel dilakukan dengan menginkubasi tabung berisi
sampel daun ke dalam waterbath pada suhu 65C selama 60 menit. Kemudian tabung
tersebut diangkat dari waterbath dan dibiarkan beberapa menit sampai suhu
sampel dalam tabung menurun dan ditambahkan kloroform (secara fisik). Tahap
lisis pada jurnal 2 yaitu daun digerus daam mortar dan pelisisan dinding sel
dilakukan dengan penambahan Buffer LA.
B.
Tahap Ekstraksi
Ekstraksi DNA pada
jurnal 1 dilakukan dengan Buffer PA dan disentrifugasi dengan kecepatan 10.000
rpm selama 5 menit. Supernatan yang mengandung DNA dimurnikan dengan Buffer CA
dan diinkubasi selama 10 menit sedangkan jurnal 2 menyebutkan bahwa
sentrifugasi pada kecepatan 10.000 rpm selama 10 menit.
C.
Tahap Pemurnian
dan Pencucian
Pemurnian tidak
ditemukan pada jurnal 1 tetapi dijelaskan bahwa DNA melalui proses pendingnan
dengan suhu -4oC, sedangkan pada jurnal 2 menyebutkan bahwa
pemurnian DNA menggunakan 800 µl isopropanol dan diendapkan semalam pada suhu
-4oC.
Komentar
Posting Komentar